Hidup ini adalah sebuah sandiwara yang kaya akan masalah, dari yang
kecil hingga yang terkecil dan dari yang besar hingga yang terbesar. Dewasa ini
masalah hidup manusia semakin kompleks, zaman berganti dan terjadi banyak
perubahan pada fisik bumi, menjadikan kebutuhan serta masalah manusia pun kian
banyak dan semakin rumit saja. Banyak yang menyangsikan kemampuan agama dalam
menjawab tantangan ini, sehingga tidak sedikit yang memilih menjadikan agama
hanya sebagai “pajangan” semata atau menjadikan agama hanya sekedar simbol
belaka. Bahkan ada yang sampai menganggap agama tidak ada sama sekali. Agama
akhirnya kembali mendapat ancaman serius, perputaran waktu tidak bisa dibendung
dan efek dari perputaran waktu itu menjadikan jutaan -atau entah berapa lah
jumlahnya- masalah tumbuh dengan canggihnya yang kemudian menjadi momok bagi
semua agama, terlebih kepada agama “abal-abal”. Disini Islam tampil sebagai
agama paripurna yang siap menjawab semua persoalan yang ada.
Syumuliyatul Islam secara sederhana dapat kita artikan sebagai
keintegralan, kesempurnaan, keuniversalan Islam. Maksudnya adalah bahwa Islam
adalah agama yang sempurna dan menyeluruh, Islam mengajarkan segala hal, Islam
mengatur segala persolan, serta Islam memiliki jawaban atas semua yang
membutuhkan pemecahan masalah. Hal ini telah tertuang dalam QS. Al-Maidah ayat
3, yang merupakan ayat terakhir yang turun kepada Nabi Muhammad SAW. Islam
adalah agama yang sempurna, mencakup seluruh aspek kehidupan manusia.
Aspek-Aspek
Kesempurnaan Islam
Islam sangat komplit dalam mengatur hidup dan kehidupan manusia.
Hal ini sebagaimana yang disebut dengan; hablum minallah, hablum minannas
dan hablum minal ‘alam. Hablum minallah artinya Islam mengatur tentang
bagaimana hubungan atau interkasi manusia dengan Tuhannya, bagaimana
menyembahnya serta bagaimana menjadi hamba yang taat dihadapan-Nya. Islam
sangat mengatur bagaimana etika seorang hamba terhadap Tuhannya, bagaimana ber-Tuhan,
bagaimana cara mentaati perintahnya serta bagaimana menjauhi larangannya, semua
dibahas dan diatur dengan sangat rinci dalam Islam pada aspek hamlum
minaAllah.
Hablum minannas artinya Islam
mengatur bagaimana cara manusia berhubungan sosial dengan manusia yang lainnya.
Hidup tidaklah sekedar hidup dan berinteraksi sesuka hati dan sebebas-bebasnya
dengan manusia lainnya, ada rambu-rambu dan aturan main yang harus diperhatikan
oleh setiap manusia. Hal ini agar tidak terjadi kesemrautan dan ketidak seimbangan
dalam hidup. Islam memiliki aturan yang sangat canggih dan rapih tentang
bagaimana manusia seharusnya melakukan kehidupan sosial. Aturan ini adalah
berdasarkan firman Tuhan dan juga teladadan manusia agung; Nabi Muhammad SAW.
Ada banyak sekali aspek dalam kehidupan bersosial manusia yang satu dengan
manusia yang lainnya, yaitu dari masalah ekonomi, kemasyarakatan, politik,
pendidikan, budaya, tekhnologi serta berderet aspek-aspek lainnya. Yang
kesemuanya aspek ini sangatlah dinamis, selalu berubah dan berkembang seiring
perkembangan zaman dan juga perubahan tempat.
Hablum minal
‘alam artinya bahwa Islam mengatur dengan sangat rapih dan detail terkait
bagaimana hubungan manusia dengan alam; tumbuhan, tanah, air, udara dan semua
yang berkaitan dengan itu. Di dalam ilmu hukum islam kita mengenal cabang ilmu
fikih, yaitu fiqhul bi’ah. Yaitu ilmu fikih yang fokus membahas tentang
bagaimana hubungan manusia dengan alam, sebaimana fikih ibadah untuk
hubungan manusia dengan Tuhan serta fikih mu’amalah untuk hubungan
manusia dengan sesama manusia lainnya. dari masalah tanah hingga udara bahkan
astronomi, tidak luput dari pembahasan Islam. Mulai dari masalah tanah, air,
api bahkan udara, semua diatur dalam Islam islam tentang bagaimana mengelolah,
memanfaatkan, menjada serta pemeliharaannya. Islam punya aturan yang sangat
gamblang tentang bagaimana seharusnya manusia bersikap terhadap alam raya
ciptaan Allah azza wa jalla ini.
Semua aspek dibahas dan diatur dalam
Islam, sebab sekali lagi bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang paling
benar dan paling sempurna. Syaid Imam Hasan Albanna pernah memberikan komentar
tentang kesempurnaan Islam dengan sangat baik. Belia berkomentar; "Bahwa syumuliyatul islam berarti kesempurnaan
islam yang mencakup kesemuanya secara menyeluruh. Ajaran ini mencakup seluruh
dimensi kehidupan manusia dari pribadi, keluarga, masyarakat hingga negara
;dari sosial, ekonomi, politik, hukum, keamanan, lingkungan, pendidikan hingga
kebudayaan. Seluruh etnis manusia dari sistem hingga akhlak, dari manusia
pertama hingga manusia terakhir, dari sejak kita bangun tidur hingga kita tidur
kembali, dari kehidupan dunia hingga kehidupan akhirat. Cakupan islam dapat kita
beri makna meliputi melingkupi dimensi waktu, dimensi sistem dan dimensi
dimensi tempat." Tidak ada satu aspek pun yang luput dari pembahasan
dan aturan-aturan dalam Islam.
Islam
Sebagai Jawaban Segala Masalah
Seperti yang telah saya paparkan diawal, bahwa seiring perkembangan
zaman, kebutuhan hidup manusia semakin kompleks. Hal ini tentu melahirkan
banyak persoalan-persoalan yang butuh pemecahannya. Islam tampil dengan gagah
menjadi agama paripurna yang terbukti siap dan mampu menjawab tantangan zaman,
mulai dari urusan manusia dengan pencipta hingga hubungan manusia dengan
ciptaan lainnya. Namun tidak sedikit yang putus asa lalu dengan sinis menuduh
Islam sebagai agama kolot yang sama sekali tak punya nyali apalagi kekuatan
untuk menyelesaikan semua masalah hidup.
Seorang ulama’
dengan sangat indahnya beliau berucap; “Al Islaamu layyat ba’azzaman, walaa
yafuutuhuzzaman, walaa kinnal islaama yuro’i taqoddumaz zaman”. Perkataan
ulama’ ini sangatlah benar adanya, bahwa Islam memang tidak mengekor pada pergantian
zaman, sebab bukan zaman yang kemudian mempengaruhi atau menjadi penyetir
Islam. Sehingga Islam memang tidak munngkin ketinggalan zaman, sebab Islam
tidak berjalan dibelakang, tetap Islam bahkan telah melampaui zaman itu
sendiri. Islam senantasa memperbaiki zaman, sederas apapun perkembangannya
Islam adalah agama yang senantiasa menjadi “dokter” bagi zaman kita dia mulai
tak sehat lagi dalam perputaranya.
Hal ini bukan
bualan belaka, telah sangat banyak bukti yang cukup dengan mata telanjang kita
sudah mampu melihat, mendengar serta merasakan bagaimana Islam sebagai agama
yang paripurna tampil menjadi sebuah “pahlawan” untuk mengatur dan memberikan
petunjuk dengan sangat, rapih, gamblang, dan sangat rasional tentang bagaimana
seharusnya menyelenggarakan hidup dan kehidupan ini. Namun sayang, masih saja
ada orang yang meragukan dan memberikan sikap sinis terhadap Islam, yang
celakanya tidak sedikit orang Islam yang justru berada pada pihak ini. Sehingga
dewasa ini sangat menjamur mereka yang katanya cendikiawan muslim, sarjana
muslim dan para akademis justru mengkritik Islam, meragukan aturan-aturannya
serta tidak lagi menghiraukan etika hamba kepada Tuhannya. Aturan Islam yang
sangat prinsipil dan fundamentalpun oleh mereka “diusuli” dengan teori-teori
kolot nan miskin mutu dari otak-otak mereka. Al-Qur’an dan hadis yang merupakan
sumber hukum utama dalam Islam, dikritiki mereka dan mereka mencoba menafsirlan
sesuka perut mereka.
Percaya bahwa
Islam mengatur semua aspek adalah bentuk daripada keimanan kita. Mempercayainya
adalah sesuatu yang sangat wajib, bahkan percaya tidak percaya, Islam dengan
sendirinya telah membuktikan itu.
Wallahu a’lam bis shawab
