Fetching data...

Saturday, 12 September 2015

Kesempurnaan Islam

Makna Syumuliyatul Islam

Hidup ini adalah sebuah sandiwara yang kaya akan masalah, dari yang kecil hingga yang terkecil dan dari yang besar hingga yang terbesar. Dewasa ini masalah hidup manusia semakin kompleks, zaman berganti dan terjadi banyak perubahan pada fisik bumi, menjadikan kebutuhan serta masalah manusia pun kian banyak dan semakin rumit saja. Banyak yang menyangsikan kemampuan agama dalam menjawab tantangan ini, sehingga tidak sedikit yang memilih menjadikan agama hanya sebagai “pajangan” semata atau menjadikan agama hanya sekedar simbol belaka. Bahkan ada yang sampai menganggap agama tidak ada sama sekali. Agama akhirnya kembali mendapat ancaman serius, perputaran waktu tidak bisa dibendung dan efek dari perputaran waktu itu menjadikan jutaan -atau entah berapa lah jumlahnya- masalah tumbuh dengan canggihnya yang kemudian menjadi momok bagi semua agama, terlebih kepada agama “abal-abal”. Disini Islam tampil sebagai agama paripurna yang siap menjawab semua persoalan yang ada.

Syumuliyatul Islam secara sederhana dapat kita artikan sebagai keintegralan, kesempurnaan, keuniversalan Islam. Maksudnya adalah bahwa Islam adalah agama yang sempurna dan menyeluruh, Islam mengajarkan segala hal, Islam mengatur segala persolan, serta Islam memiliki jawaban atas semua yang membutuhkan pemecahan masalah. Hal ini telah tertuang dalam QS. Al-Maidah ayat 3, yang merupakan ayat terakhir yang turun kepada Nabi Muhammad SAW. Islam adalah agama yang sempurna, mencakup seluruh aspek kehidupan manusia.

Aspek-Aspek Kesempurnaan Islam

            Islam sangat komplit dalam mengatur hidup dan kehidupan manusia. Hal ini sebagaimana yang disebut dengan; hablum minallah, hablum minannas dan hablum minal ‘alam. Hablum minallah artinya Islam mengatur tentang bagaimana hubungan atau interkasi manusia dengan Tuhannya, bagaimana menyembahnya serta bagaimana menjadi hamba yang taat dihadapan-Nya. Islam sangat mengatur bagaimana etika seorang hamba terhadap Tuhannya, bagaimana ber-Tuhan, bagaimana cara mentaati perintahnya serta bagaimana menjauhi larangannya, semua dibahas dan diatur dengan sangat rinci dalam Islam pada aspek hamlum minaAllah.

Hablum minannas artinya Islam mengatur bagaimana cara manusia berhubungan sosial dengan manusia yang lainnya. Hidup tidaklah sekedar hidup dan berinteraksi sesuka hati dan sebebas-bebasnya dengan manusia lainnya, ada rambu-rambu dan aturan main yang harus diperhatikan oleh setiap manusia. Hal ini agar tidak terjadi kesemrautan dan ketidak seimbangan dalam hidup. Islam memiliki aturan yang sangat canggih dan rapih tentang bagaimana manusia seharusnya melakukan kehidupan sosial. Aturan ini adalah berdasarkan firman Tuhan dan juga teladadan manusia agung; Nabi Muhammad SAW. Ada banyak sekali aspek dalam kehidupan bersosial manusia yang satu dengan manusia yang lainnya, yaitu dari masalah ekonomi, kemasyarakatan, politik, pendidikan, budaya, tekhnologi serta berderet aspek-aspek lainnya. Yang kesemuanya aspek ini sangatlah dinamis, selalu berubah dan berkembang seiring perkembangan zaman dan juga perubahan tempat.

            Hablum minal ‘alam artinya bahwa Islam mengatur dengan sangat rapih dan detail terkait bagaimana hubungan manusia dengan alam; tumbuhan, tanah, air, udara dan semua yang berkaitan dengan itu. Di dalam ilmu hukum islam kita mengenal cabang ilmu fikih, yaitu fiqhul bi’ah. Yaitu ilmu fikih yang fokus membahas tentang bagaimana hubungan manusia dengan alam, sebaimana fikih ibadah untuk hubungan manusia dengan Tuhan serta fikih mu’amalah untuk hubungan manusia dengan sesama manusia lainnya. dari masalah tanah hingga udara bahkan astronomi, tidak luput dari pembahasan Islam. Mulai dari masalah tanah, air, api bahkan udara, semua diatur dalam Islam islam tentang bagaimana mengelolah, memanfaatkan, menjada serta pemeliharaannya. Islam punya aturan yang sangat gamblang tentang bagaimana seharusnya manusia bersikap terhadap alam raya ciptaan Allah azza wa jalla ini.

            Semua aspek dibahas dan diatur dalam Islam, sebab sekali lagi bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang paling benar dan paling sempurna. Syaid Imam Hasan Albanna pernah memberikan komentar tentang kesempurnaan Islam dengan sangat baik. Belia berkomentar; "Bahwa syumuliyatul islam berarti kesempurnaan islam yang mencakup kesemuanya secara menyeluruh. Ajaran ini mencakup seluruh dimensi kehidupan manusia dari pribadi, keluarga, masyarakat hingga negara ;dari sosial, ekonomi, politik, hukum, keamanan, lingkungan, pendidikan hingga kebudayaan. Seluruh etnis manusia dari sistem hingga akhlak, dari manusia pertama hingga manusia terakhir, dari sejak kita bangun tidur hingga kita tidur kembali, dari kehidupan dunia hingga kehidupan akhirat. Cakupan islam dapat kita beri makna meliputi melingkupi dimensi waktu, dimensi sistem dan dimensi dimensi tempat." Tidak ada satu aspek pun yang luput dari pembahasan dan aturan-aturan dalam Islam.

Islam Sebagai Jawaban Segala Masalah

            Seperti yang telah saya paparkan diawal, bahwa seiring perkembangan zaman, kebutuhan hidup manusia semakin kompleks. Hal ini tentu melahirkan banyak persoalan-persoalan yang butuh pemecahannya. Islam tampil dengan gagah menjadi agama paripurna yang terbukti siap dan mampu menjawab tantangan zaman, mulai dari urusan manusia dengan pencipta hingga hubungan manusia dengan ciptaan lainnya. Namun tidak sedikit yang putus asa lalu dengan sinis menuduh Islam sebagai agama kolot yang sama sekali tak punya nyali apalagi kekuatan untuk menyelesaikan semua masalah hidup.

            Seorang ulama’ dengan sangat indahnya beliau berucap; “Al Islaamu layyat ba’azzaman, walaa yafuutuhuzzaman, walaa kinnal islaama yuro’i taqoddumaz zaman”. Perkataan ulama’ ini sangatlah benar adanya, bahwa Islam memang tidak mengekor pada pergantian zaman, sebab bukan zaman yang kemudian mempengaruhi atau menjadi penyetir Islam. Sehingga Islam memang tidak munngkin ketinggalan zaman, sebab Islam tidak berjalan dibelakang, tetap Islam bahkan telah melampaui zaman itu sendiri. Islam senantasa memperbaiki zaman, sederas apapun perkembangannya Islam adalah agama yang senantiasa menjadi “dokter” bagi zaman kita dia mulai tak sehat lagi dalam perputaranya.

            Hal ini bukan bualan belaka, telah sangat banyak bukti yang cukup dengan mata telanjang kita sudah mampu melihat, mendengar serta merasakan bagaimana Islam sebagai agama yang paripurna tampil menjadi sebuah “pahlawan” untuk mengatur dan memberikan petunjuk dengan sangat, rapih, gamblang, dan sangat rasional tentang bagaimana seharusnya menyelenggarakan hidup dan kehidupan ini. Namun sayang, masih saja ada orang yang meragukan dan memberikan sikap sinis terhadap Islam, yang celakanya tidak sedikit orang Islam yang justru berada pada pihak ini. Sehingga dewasa ini sangat menjamur mereka yang katanya cendikiawan muslim, sarjana muslim dan para akademis justru mengkritik Islam, meragukan aturan-aturannya serta tidak lagi menghiraukan etika hamba kepada Tuhannya. Aturan Islam yang sangat prinsipil dan fundamentalpun oleh mereka “diusuli” dengan teori-teori kolot nan miskin mutu dari otak-otak mereka. Al-Qur’an dan hadis yang merupakan sumber hukum utama dalam Islam, dikritiki mereka dan mereka mencoba menafsirlan sesuka perut mereka.

            Percaya bahwa Islam mengatur semua aspek adalah bentuk daripada keimanan kita. Mempercayainya adalah sesuatu yang sangat wajib, bahkan percaya tidak percaya, Islam dengan sendirinya telah membuktikan itu.

Wallahu a’lam bis shawab
           




Load comments

Ads 970x90